Sabtu, 18 Agustus 2012
1995 - Fake Plastik Tree
Jumat, 22 Juni 2012
EP HOMOGENIC Get Up And Go
Selasa, 19 Juni 2012
Kesalahan-kesalahan Logika dalam Berdebat
Menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence/ fakta / reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.
a. Ad Hominem Abusive: menggunakan kata-kata yang menyerang langsung penulis alih-alih membantah argumennya.
Contoh :
Abu: Kekacauan dalam organisasi disebabkan salah satunya oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada.
Badu: Ah, itu kan pendapat anda yang sombong dan mau turut campur saja urusan orang lain.
Penjelasan:
Si Badu sama sekali tidak memberikan argumentasi lawan ataupun menunjukkan kesalahan dari argumentasi si Abu, melainkan menyerang pribadi si Abu dengan mengatakan sebagai ’sombong’ dan ’mau tahu urusan orang’. Apabila sikap si Badu seperti itu, maka apa gunanya dilakukan suatu diskusi lagi? Suatu diskusi adalah untuk membahas suatu masalah/ issue guna mendapatkan berbagai macam sudut pandang dan pemecahannya.
b. Ad Hominem Circumstansial : menggunakan hal-hal di sekitar si penulis dalam hubungan yang tidak relevan, untuk menyerang si penulis.
Contoh :
Abu: Kenaikan harga BBM memang sangat diperlukan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan defisit neraca pembayarannya.
Badu: Ah, kamu kan memang sudah kaya raya, jelas saja tidak merasakan penderitaan rakyat.
Penjelasan:
Jawaban si Badu mengenai apakah Abu itu kaya atau tidak, tidak ada hubungannya dengan argumentasi yg dikemukakan Abu. Hanya karena si Abu kaya, tidak menjadikan argumentasinya tidak valid.
Kedua, disini terdapat gejala Logical Fraud kedua yaitu: Mind Reading (membaca pikiran) : bagaimana si Badu tahu isi hati si Abu bahwa ia dikatakan tidak merasakan penderitaan rakyat?
c. Ad Hominem Tu Quo Que : mengatakan bahwa si penulis tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya.
Contoh :
Abu: Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan-pemborosan yang tak perlu.
Badu: Ah, mobil anda saja land rover yang terkenal boros bensin, anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan.
Penjelasan:
Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki relevansi untuk menjelaskan kevalidan argumennya. Disamping itu, kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan-pertimbangan apa yang terdapat dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.
2. Appeal to ignorance (Argumentum ex silentio):
Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu.
Contoh:
- Kita tidak memiliki bukti bahwa Tuhan tidak ada, maka dia ada.
- Tidak ada orang yang pernah mengkritik kami selama ini, jadi segala sesuatunya pasti baik-baik saja.
Penjelasan:
Ketidaktahuan akan sesuatu hal tidak serta merta mengatakan bahwa sesuatu itu ada ataupun tiada.
Tiadanya orang yang mengkritik selama ini bisa saja disebabkan oleh sebab-sebab lain (misal: sungkan, takut, mengisolasi diri, dsb) yang sama sekali tidak serta merta berarti bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik-baik saja.
Peryataan / statement seperti itu jelas menyalahi kaidah-kaidah logis, sehingga tidak perlu dipertimbangkan sebagai sesuatu hal yang bermanfaat, karena apabila diteruskan hanyalah mengarah pada debat kusir.
3. Appeal to faith
Contoh :
- Bila anda tidak memiliki iman, maka anda tidak akan mengerti.
Penjelasan:
Bila seorang pendebat berdasarkan pada iman sebagai dasar dari argumennya, maka tiada lagi yang dapat dibicarakan dalam diskusi. Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan. Iman, dalam definisinya adalah suatu kepercayaan yang tidak berdasar pada logika, evidence maupun fakta. Iman berdasarkan pada pikiran yang irasional, dan hanya menimbulkan kekeraskepalaan (bebal, fanatik).
4. Argument from authority (Argumentum ad verecundiam)
Menggunakan kata-kata “para ahli” atau membawa-bawa otoritas sebagai dasar dari argumen instead of menggunakan logic dan fakta untuk mendukung argumen itu.
Contoh :
- Profesor X, Doktor Y dari Pusat Riset ABC mengatakan berdasarkan penelitian ilmiah bahwa teori evolusi itu tidak dapat dibuktikan, dan yang benar adalah teori inteligent-design..
- Di Amerika pernah ada penelitian bahwa ketika orang yang meninggal ditimbang secara teliti, maka bobotnya berkurang sedikit. Ini membuktikan adanya roh yang meninggalkan tubuhnya.
Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas mengatakan sesuatu hal. Bila pendebat memberikan testimoni dari seorang ahli, lihat apakah dilengkapi dengan alasan yang logis dan masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan evidence di belakangnya. Seringkali suatu penelitian dibuat seakan-akan canggih dan kredible tetapi setelah dicek ke komunitas profesinya ternyata tidak mendapatkan pengakuan ataupun ditolak mentah-mentah sebagai pseudo-science. Bahkan ada nama-nama ahli atau pusat riset tertentu yang fiktif belaka.
Perhatikan juga karena seringkali, yang bersangkutan mengutip penelitian tersebut secara sepotong-sepotong (tidak lengkap) dan out of context.
5. Argument from adverse consequences
Contoh :
- Bencana terjadi karena Dewa / Tuhan menghukum orang yang tidak percaya; oleh karena itu kita harus percaya kepada Dewa / Tuhan.
- Allah telah marah dan menghukum dengan mengirimkan bencana Tsunami di Aceh yang menewaskan beratus-ratus ribu muslim, oleh karena itu kita harus bertobat dan masuk Kristen.
Hanya karena suatu bencana terjadi, tidak mengatakan sesuatu mengenai eksitensi maupun non-eksistensi dari sesuatu.
Ataupun tidak menyatakan suatu keharusan untuk mempercayai sesuatu.
6. Menakut-nakuti (Argumentum ad Baculum)
Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut.
Contoh:
- Bila anda tidak percaya kepada Tuhan, maka akan masuk neraka dan disiksa secara mengerikan sekali selama-lamanya.
- Apabila anda tidak mengakui bahwa pendapat saya adalah benar, maka anda adalah seorang pengkhianat.
Penjelasan:
Dengan menakut-nakuti, menekan ataupun mengancam, justru menunjukkan betapa lemahnya argumen mereka tanpa bisa memberikan evidence ataupun support atas argumentasinya itu. Biasanya hal ini dilakukan apabila ybs sudah merasa kepepet dan tidak tahu lagi apa yang harus diargumentasikan utk mempengaruhi si lawan bicaranya.
7. Argumentum ad ignorantiam
Suatu argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang sebagai pendukung atas kebenaran argumennya.
Contoh:
- Pernyataan kami pasti betul karena tidak ada yang pernah membuktikan salah.
- Anda tidak bisa membuktikan hal yg sebenarnya tentang perguruan kami, maka semua yang anda katakan itu pasti salah sedangkan pendapat saya pasti benar (karena kami orang dalam).
8. Argumentum ad populum
Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan menggunakan issue-issue yang sentimental daripada menggunakan fakta atau alasan.
Contoh:
- Orang Kristen adalah anak Tuhan yang diserang bertubi-tubi oleh anak-anak gelap. Lihatlah betapa kita selalu dimusuhi dunia, lihat saja pada sejarah gereja purba, dimana umat kita disiksa dan dibunuh secara keji.
Kenyataannya mengatakan justru sebaliknya, pada abad 2 M baru ada 2% gol.Kristen tapi memiliki kekuatan politis dalam kerajaan romawi. Merekalah yang membunuhi orang2 pagan (source: Prof.Richard Rubinstein, “When JESUS Became a God” ). Kedua, sikap eksklusifitas dan fanatisme mereka itulah yang menyebabkan mereka tidak bisa diterima secara baik di lingkungan mereka. Jadi akar permasalahan justru ada dalam diri mereka sendiri, tapi dikambing-hitamkan ke luar untuk mencari simpati dan dukungan.
- Mengapa anda terus menerus membantah argumen kami? Bukankah saya sudah memperlakukan anda dengan ramah?
9. Bandwagon fallacy
Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang mempercayainya demikian.
Contoh:
- Sebagian besar orang percaya pada Tuhan, maka Ia pasti ada.
- Kristen adalah agama mayoritas di dunia, jadi Kristen pasti benar.
Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah membuktikan atau menyatakan fakta mengenai sesuatu. Contohnya adalah ketika Galileo mengatakan bahwa bumi bulat, maka ia ditentang oleh mayoritas orang dijamannya. Mayoritas mengatakan bumi datar tidak serta merta membuktikan kebenarannya.
10. Begging the question (mengantisipasi jawaban)
Contoh :
- Kita harus mendorong generasi muda kita untuk menyembah kepada Tuhan untuk meningkatkan moralitasnya.
Tetapi apakah agama atau pemujaan benar-benar menyebabkan pertumbuhan moral? Ataukah karena sebab yang lain??? (misalnya: pendidikan moral, lingkungan pendukung, sistem manajemennya, dsb).
11. Circular Reasoning
Contoh:
- Tuhan itu ada karena alkitab menyatakan demikian; Alkitab diwahyukan oleh Tuhan.
- Isi buku ini adalah benar, karena buku ini mengatakan demikian.
A membuktikan B, B membuktikan A. Pembuktian berputar seperti ini jelas tidak valid. Premis A & B sama-sama tidak terbuktikan , maka premis A harus dibuktikan secara independent terhadap premis B.
12. Confusion of correlation and causation
Mengacaukan hubungan antara sebab dan akibat.
Contoh :
- Mayoritas dari orang sukses di dunia adalah beragama Kristen, maka masuklah Kristen…anda pasti sukses.
Padahal mungkin orang-orang golongan tertentu yang berkumpul dalam suatu masyarakat gereja tertentu itulah yang menyebabkan mereka terlihat ‘sukses’.
- Anak yang menonton acara kekerasan di TV cenderung untuk menjadi ganas ketika ia dewasa.
Apakah program di TV itu menyebabkan kekerasan, ataukah anak-anak yang berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV???
13. Half truths
Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang dengan menyembunyikan sebagian fakta / kebenaran.
Contoh:
- Orang-orang agama X itu pasti bahagia dan diberkahi Tuhan.
Sengaja tidak mencantumkan data tentang umatnya yang miskin, penyakitan, broken home, dsb)
14. Communal reinforcement
Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat melalui suatu pernyataan yang diulang-ulang oleh suatu anggota komunitas. Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut dan tidak didukung oleh data empiris yang signifikan untuk menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan yang reasonable.
- Percaya YESUS pasti masuk surga. (semata-mata hanya karena banyak orang yg meneriakkan hal yang sama)
Kebohongan yang diulang2 terus dalam jangka waktu yang lama, akan menjadi seperti sebuah fakta. Hanya melalui penyelidikan dan analisis yang seksamalah kita bisa menilainya.
15. Non-sequitur (nggak nyambung)
Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis ataupun evidence/ fakta.
- Sekarang ini banyak muncul nabi-nabi palsu. Kesimpulan: membuktikan bahwa sekarang adalah akhir jaman.
Padahal munculnya tokoh-tokoh agama itu disebabkan oleh sebab yang lain yang bukan karena akhir jaman.
Disamping itu, pelabelan tokoh-tokoh agama sebagai 'nabi-nabi palsu' adalah penjangkaran (anchoring) yang manipulatif sekedar utk melegitimasi asumsinya tanpa satu dasar-dasar penilaian yang obyektif.
16. Post Hoc, ergo propter hoc (itu terjadi sebelumnya, maka itu disebabkan olehnya)
Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu.
- Lihat, ia menjadi sakit setelah pergi ke Klenteng, maka Klenteng adalah tempat iblis; Ia sembuh dari penyakitnya setelah roh jahat diusir oleh pendeta kami.
Padahal sakitnya / sembuh sakitnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang ada hubungannya dengan kepergiannya ke Klenteng ataupun doa. Bisa saja penyakitnya disebabkan oleh infeksi bakteri / virus di tempat lain atau terjadi jauh-jauh hari sebelumya dimana membutuhkan masa inkubasi tertentu utk kemunculannya. Hanya kebetulanlah penyakit itu muncul pada hari yg sama.
Demikian juga kesembuhannya, bisa disebabkan oleh faktor-faktor alamiah ataupun gejala periodikal dari muncul-lenyapnya suatu penyakit kronis. Disamping itu seringkali yang terjadi adalah ybs juga pergi ke dokter dan meminum obat. Obat itulah yg menyebabkan kesembuhannya, meskipun seringkali fakta ini diabaikan sekedar utk memuaskan sentimental keagamaannya.
17. Red Herring
Sering terjadi….sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek pembicaraan.
18. Statistic of small number
Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan. Hanya karena suatu kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan keseluruhannya.
- Lihat setelah ia menjadi Budhis hidupnya menderita, berarti agama Buddha itu sesat.
19. Straw man (manusia jerami)
Membuat suatu skenario yang salah (image yang menyesatkan) kemudian menyerangnya.
Contohnya:
- Budhisme itu agama pesimis, coba bayangkan bukankah hidup kita harus optimis?.
Padahal agama Buddha bukan berparadigma pesimistis maupun optimistis tetapi mencoba untuk melihat suatu permasalahan secara realistis.
- Karena mengajarkan Karma, maka bila seorang Buddhist melihat seorang yg tenggelam di sungai maka ia tidak perlu menolongnya karena itu adalah karma ybs. (source: Adam Liauw, milis Debat-Alkitab)
Ini merupakan statement yg diungkapkan di sebuah mimbar agama tertentu. Jelas-jelas ini merupakan suatu penghasutan yang tidak benar untuk mengada-adakan alasan merusak nama Buddhism.
20. Dua salah menjadi benar
Dalam suatu penalaran logis, suatu premis salah tidak semata-mata menjustifikasi suatu premis salah lain menjadi benar.
Contoh :
- Premis A :Di negara ini hukum tidak ditegakkan secara baik. (salah)
Premis B : Banyak sekali koruptor yang dibiarkan bebas. (salah)
Oleh karena itu, sah-sah saja bagi saya untuk melakukan korupsi karena memang negara tidak menegakkan hukum. Salah pemerintah sendiri kenapa tidak menggunakan perangkat hukum untuk menangkap saya.
- Orang Islam merusaki gereja adalah agama sesat, maka oleh karena itu saya berhak untuk mengkonversi mereka menjadi Kristen dengan cara apapun.
Menilai suatu agama melalui generalisasi dari hanya beberapa oknum yang berkelakuan negatif jelas bukan merupakan suatu tindakan yang bijaksana. Perlu dicari kompleksitas permasalahannya terlebih dahulu. Selanjutnya, tindakan konversi yang juga bukan merupakan tindakan yang etis tentu tidak layak untuk digunakan sebagai alasan pembenarannya.
Sumber; http://forumkristen.com/index.php?topic=22706.0
Kamis, 05 Januari 2012
Interpretasi saya tentang Portishead-Road
We've got a war to fight,
Never found our way,
Regardless of what they say.
How can it feel, this wrong,
From this moment,
How can it feel, this wrong.
Storm,
In the morning light,
I feel,
No more can I say,
Frozen to myself.
I got nobody on my side,
And surely that ain't right,
Surely that ain't right.
Oh, can't anybody see,
We've got a war to fight,
Never found our way,
Regardless of what they say.
How can it feel, this wrong,
From this moment,
How can it feel, this wrong.
How can it feel this wrong,
From this moment,
How can it feel, this wrong.
Oh, can't anybody see,
We've got a war to fight,
Never found our way,
Regardless of what they say.
How can it feel, this wrong,
From this moment,
How can it feel, this wrong.
Portishead adalah salah satu band Triphop, musik Trip hop sendiri berkembang di era awal 90 di Inggris, musik Triphop digambarkan dengan tempo lambat yang konsisten ditambah dengan unsur electro pada musik tersebut. Lebih lanjut Portishead adalah salah satu mainsteram pada musik Trip hop, kalau kita pernah dengan jingle untuk iklan Levis blue jean pada awal tahun 90 maka kita akan tahu bahwa lagu yang digunakan adalah lagu Glory Box-Portishead.
Setelah saya mendengarkan lagu tersebut terkesan Gloomy dan sangat dingin (seperti biasanya music Portishead). Lagu tersebut kalau saya gambarkan sangat kental nuansa apatisme manusia terhadap sesamanya, hal tersebut dapat dilihat pada lirik
"Oh, can't anybody see,
We've got a war to fight,
Never found our way,
Regardless of what they say."
Ya salah satu sisi apatisme manusia yang terus berkembang, dan ketidak pedulian yang sangat parah terhadap sesamnya, itu pun yang semakin membuat sisi absurditas manusia semakin dominan. Manusia sekarang adalah manusia yang tidak manusiawi terhadap sesamanya.
Jatuhnya manusia dalam absurditas adalah sebuah tragedi sejarah
Rabu, 28 Desember 2011
Kematian
Jumat, 09 Desember 2011
Interpretasi saya tentang Requiem of Sucide "Gloomy Sunday", dalam bentuk puisi
Kematian adalah mimpi,
Kelak kematian adalah mimpi yang terwujud
dalam (bayang-bayang) kematian akan membelai mu
dengan nafas terakhir dari jiwamu,
kan memberkati mu dengan lirih yang terakhir dengan senyum kelu
Senyum kelu itu adalah sebuah raut wajah yang jujur dalam sebuah raut yang kelu
diakhir kematian yang menjelang.
Mereka yang mencintai keberadaanya sebagai Tuhannya, akan kehilangan hidupnya
Kematian datang dengan mengetuk hati, dan tiada yang menolak,
Minggu suram, semua hamparan kesediahan dan air mata adalah sebuah iringan kidung
dengan hamparan bunga putih dipelataran
Manusia terduduk menunggu kematian datang,
Ia datang dengan langkah kecil, dengan senyum
Dengan segantang Dian ditangannya datang untuk menyambutmu
Ia, Kematian adalah sebuah takdir akan selamanya sebagai takdir
Tanah yang merah dan basah akan tangisan mereka adalah pelataran terakhir untuk pembaringan mu
Mereka yang mencintai keberadaanya sebagai Tuhannya, akan kehilangan hidupnya
Mereka kehilangan hidupnya akan mendapatkan upahnya.
Interpretasi dari Requiem of Sucide "Gloomy Sunday"
Kematian adalah mimpi,
Kelak kematian adalah mimpi yang terwujud
dalam (bayang-bayang) kematian akan membelai mu
dengan nafas terakhir dari jiwamu,
kan memberkati mu dengan lirih yang terakhir dengan senyum kelu
Senyum kelu itu adalah sebuah raut wajah yang jujur dalam sebuah raut yang kelu
diakhir kematian yang menjelang.
Mereka yang mencintai keberadaanya sebagai Tuhannya, akan kehilangan hidupnya
Kematian datang dengan mengetuk hati, dan tiada yang menolak,
Minggu suram, semua hamparan kesediahan dan air mata adalah sebuah iringan kidung
dengan hamparan bunga putih dipelataran
Manusia terduduk menunggu kematian datang,
Ia datang dengan langkah kecil, dengan senyum
Dengan segantang Dian ditangannya datang untuk menyambutmu
Ia, Kematian adalah sebuah takdir akan selamanya sebagai takdir
Tanah yang merah dan basah akan tangisan mereka adalah pelataran terakhir untuk pembaringan mu
Mereka yang mencintai keberadaanya sebagai Tuhannya, akan kehilangan hidupnya
Mereka kehilangan hidupnya akan mendapatkan upahnya.
-Interpretasi dari Requiem of Sucide "Gloomy Sunday"
Saya hanya mencoba menginterprestasikan ulang lagu Gloomy Sunday. Lagu tersebut diciptakan oleh seorang pianis sekaligus komposer Hungaria Rezső Seress dengan judul Szomorú Vasárnap dan dipublikasikan pada sekitar tahun1933.
Adapun lirik lagu tersebut di inspirasi dari puisi yang di tulis oleh yang di tulis oleh László Jávor, dimana puisi tersebut menggambarkan tentang cinta yang sebelah tangan, dan László Jávor mengalami depresi berat dan tidak sanggup menangung beban tersebut sendiri. Sedangkan pencipta lagu Rezső Seress yang kemudian bunuh diri lompat dari apartemen, alasanya bahwa dia kaget bahwa karyanya telah mencapai populeritas, di Hongaria, karena takut dia tidak bisa menciptakan Karya Agung (masterpiece), akhirnyanya memilih untuk bunuh diri, artinya bawa dia belum siap untuk menangung beban populeritas.
Lagu tersebut sangat populer dihongaria, bahkan sering diputar lagu tersebut distasiun-stasiun radio di hongaria, adapun dampak negatif dari lagu tersebut pendengar lagu tersebut setelah mendengarkan lagu tersebut langsung beberapa saatkemudian melakukan bunuh diri hingga. Lagu tersebut kemudian diterjemahkan ke bahasa inggris, yang kemudian pada puncaknya lagu tersebut dibawakan oleh Billie Holiday, yang kemudian meninggal dunia karena efek samping dari narkotika.
Adapun lagu tersebut dilarang oleh pemerintah Hungaria, karena telah banyak korban yang melakukan bunuh diri, dan juga kebanyakan artis yang membawakan lagu tersebut meninggal baik karena sakit ataupun bunuh diri. Satu hal yang mungkin kita harus tahu bahwa lagu tersebut pada dasarnya lagu pengiring misa Requiem (misa untuk orang meniggal dunia). Interpretasi saya terhadap lagu tersebut yaitu;
- Bahwa pada dasarnya lagu tersebut menggambarkan proses sebuah percintaan yang sukar dimengerti, sehingga terkadang cinta bisa menjadi bisa menjadi penyebab kematian itu sendiri, artinya lagu tersebut tidak mengajak seseorang yang sedang mengalami masa-masa sulit ataupun depersi berat untuk melakukan bunuh diri, itu pun terlihat faktor kesiapan mental yang belum sanggup menerima kenyataan yang terjadi dengan sebuah utopia yang sangat idealis;
- Kemudian benar lagu tersebut berirama melankolis, sehingga dapat mempengaruhi seseorang untuk masuk dalam dunia lagu tersebut, kita sebagai pendengar tidak bisa menghakimi bahwa mereka yang melakukan bunuh diri setelah mendengarkan aluanan nada yang melankolis adalah sangat berlebihan, karena ada banyak faktor yang dapat menggiring seseorang untuk melakukan bunuh diri, adapun faktor kedewasaan pendengar dalam memilih lagu untuk didengar dan dinikmati, terlebih lagu tersebut mempunyai soul yang kuat yang terletak kekuatan lirik;
- Lagu tersebut bukanlah lagu pengiring orang untuk melakuan bunuh diri, ada pun lagu tersebut misa Requiem (misa untuk orang meniggal dunia), dan juga lagu tersebut menggambarkan proses sebelum terjadinya kematian dan sesudah kematian yang disebabkan oleh fakor tertentu;
Dan saya akan menampilkan lirik dari lagu Gloomy Sunday;
Sunday is gloomy,
My hours are slumberless,
Dearest, the shadows I live with are numberless
Little white flowers will never awaken you
Not where the black coach of sorrow has taken you
Angels have no thought of ever returning you
Would they be angry if I thought of joining you
Gloomy sunday
Gloomy is sunday
With shadows I spend it all
My heart and I have decided to end it all
Soon therell be candles and prayers that are sad,
I know, let them not weep,
Let them know that Im glad to go
Death is no dream,
For in death Im caressing you
With the last breath of my soul Ill be blessing you
Gloomy sunday
Dreaming
I was only dreaming
I wake and I find you
Asleep in the deep of
My heart
Dear
Darling I hope that my dream never haunted you
My heart is telling you how much I wanted you
Gloomy sunday
Ini sekalian saya lampirkan link lagu tersebut:http://www.youtube.com/watch?v=48cTUnUtzx4