Label

Kamis, 17 Juni 2010

Epic Symphony – Homogenic

album ini bagus. secara musikal sangat top dan lebih hebatnya lagi karakter yang sudah terbentuk sejak debut album ini.. musik mereka sangatlah Homogenic, ya walaupun masih ada rasa rasa dari para pendahulu elektro pop with female vocal seperti dubstar, everything but the girl (ebtg). Tapi musik Homogenic memiliki kedalaman nya tersendiri yang hanya bisa didapat di album ini.

Homogenic atau terbentuk dari bagian bagian yang serupa atau identik. Musik mereka semuanya terbentuk dari pola pola yang homogen. Beat sintetis, keyboard dan vokal. Bebunyian yang nyaris serupa itu dipadu sedemikian rupa sehingga tidak jatuh dalam perangkap monotonitas atau kebosanan.

Hogenitas tiap tiap lagu membentuk kesatuan album yang sinambung… nyaris tanpa cacat. Bunyi bunyian yang sintetis dan dingin dapat dibayangkan sebagai dunia es yang terbuat dari kaca rapuh. Dengan nuansa ethereal yang sangat kental sekali.

Coba pejamkan mata. Rasakan jiwa musik mereka yang dingin.

Digabung dengan hangatnya vokal Risa. Yang bisa bernyanyi dengan lembut tapi bertenaga. (tenaga lembut) ingat lembut, bukan lelembut.

Progresi ditiap lagu terasa lancar, begitu pula progresi album ini.. semua mengalir dengan hasil pengalaman perlagu yang berbeda beda. Seperti sebuah perjalanan melayang di dunia es kaca yang dingin ditemani bunyi roda kereta yang berdentum sesuai irama dan suara yang menghangatkan.

Beberapa lagu bisa benar benar mempengaruhi emosi. Karena adanya penjiwaan yang benar benar baik. Salah satu lagu terkuat dalam bahasa Indonesia?semu? entah kenapa bisa memunculkan kesedihan yang misterius.

Ataupun lagu berbahsa Inggris ?faithfull dream? yang memunculkan perasaan serupa dengan saat kita terbangun dari mimpi yang mengharukan. Misalnya mimpi bertemu dengan orang kesayangan yang telah meninggal. Atau ketemu dengan bleki kesayangan kita yang mati karena flu. Sedih dan bahagia bercampur aduk.

?Taste of Harmony? membawa kita jalan jalan lagi ke dunia mimpi yang penuh khayalan bahagia, dimana semuanya sangat serasi (harmonis) dan sangat nyaman untuk bermain dan bergembira. Seperti bermain petak jongkok dicincin Jupiter, atau Gobaksodor di aurora atau seru juga maen prosotan di Pelangi.

Tadi adalah lagu lagu terkuat di album ini.tapi lagu lagu lain pun memainkan emosi pendengar seperti membangkitkan kenangan masa lalu, sesuai dengan kekuatan masing masing lagu,

Semua empati yang dihasilkan oleh musik Homogenic dihasilkan dari beat sintetis, dan keyboard, dan beberapa additional gitar. Dan tentu saja kekuatan vokal yang sangat berperan disini dalam menemani kita menjelajahi dunia mimpi. Itu dari sisi musikal.

Hal yang mengganggu kesinambungan album ini, justru datang dari bahasa. Bahkan saat didengarkan sambil tidur tiduran rileks pun, pergantian dari lagu berbahasa Inggris ke lagu berbahasa Indonesia bisa menjadi pengganggu. Walaupun kecil, tapi menurut gue sih harus tetap diperhatikan.

Seperti muncul perasaan yang aneh… seperti berada di udara sejuk Lembang Jawa Barat lalu tiba tiba ada di pedesaan dingin Iceland…untuk lebh ekstremnya mungkin sebuah album kompilasi antara Iwan Fals dengan Bob Dylan.. adanya jurang kebudayaan… ngga seekstrem itu sih,

Adanya dua bahasa bisa jadi untuk awal permulaan mencari jati diri, tetapi justru bisa mengaburkan karakter Homogenic yang sebenarnya sudah terbentuk. Seperti bumerang yang jika tidak dikuasai dengan baik justru akan menyerang kediri sendiri.


Sumber: http://deathrockstar.info/epic-symphony-homogenic/

Jumat, 11 Juni 2010

Manusia Taat(Diberkatilah manusia yang penuh dengan kesesakan )

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya, ada saatnya kalian akan mengayunkan sabit-sabit kalian, ada saatnya kalian menyimpannya, ada saatnya Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan, ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa ada waktu untuk meratap ada waktu untuk menari, bergembiralah wahai manusia taat, tidakkah Dia akan memperhitungkan apa yang ditilikNYA terhadap hati manusia, bergembiralah wahai manusia taat sebab tidak ada satu pun kerendahan hati kalian yang tidak Dia perhitungkan.
Bergembiralah manusia yang penuh dengan kesesakan sebab dia mendengar kesesakan kalian setiap saat, bergembiralah wahai manusia yang dirundung kedukaan sebab dia akan membuka pintu-pintu sukacita yang tidak terbatas, ingat dan kecaplah manusia taat bahwa tidak ada satupun yang tidak diperhitungkan olehNYA setiap kerendahan hati kalian manusia.....Ladang-ladang anggur kalian akan memerah, begitu pula ladang gandum kalian akan menguning, bersabarlah wahai manusia taat, akan datang waktunya nanti di mana ladang-ladang taburan akan menjadi tahun-tahun tuaian penuh dengan kegembiraan, suka cita seperti cerau kebahagian yang tidak terbatas yang akan membasahi setiap kesesakan kalian wahai manusia.

Kamis, 03 Juni 2010

Diberkatilah manusia yang penuh dengan kesesakan

Hari ini begitu sesak, hanya iba dan kemalangan bernaung dibawah anak adam, tersenyumlah anak adam, Dia akan membawa bebanmu jauh terangkat sehingga ringan seperti helaian kapas bertaburan, dan Dia akan menyelesaikan bagian(setiap perkara)mu yang tidak terselesaikan, percayalah Dia masih tersenyum dan masih memberikan Tangannya, terang akan menjelang dan di dalam GenggamanNYA kita akan tersenyum, diberkatilah manusia dalam kesesakannya yang selalu menaruh setiap pengharapan dan asanya KepadaNYA, setiap kidung-kidung Kegembiraan akan menghibur kalian anak adam.



Jumat, 28 Mei 2010

hybrid moments by the misfits (cover by EVERYBODY LOVES IRENE)

If youre gonna scream, scream with me
Moments like this never last
When do creatures rape your face
Hybrids opened up the door

Ooh baby when you cry
Your face is momentary
You hide your looks behind these scars

In hybrid moments
Give me a moment

Give me a moment
Give me a moment

Ooh baby when you cry
Your face is momentary
You hide your looks behind these scars

In hybrid moments
In hybrid moments

In hybrid moments
In hybrid moments

Give me a moment
Give me a moment

Kamis, 27 Mei 2010

On Nights Like These by Swinging Stars Management


On Nights Like These by Swinging Stars Management

Ditulis pada 17 Aug 2009 | oleh Redaksi | Dalam Rubrik: For Event

DSC_0183

Kamis malam (13/08) kemaren di area ballroom Bumi Sangkuriang (BS) jadi saksi satu gelaran seru yang digagas oleh Swinging Stars Management, yes acara itu bernama On Nights Like These! Event yang rencananya akan digelar secara regular itu menghadirkan band-band indie pop kenamaan kota Bandung seperti Annemarie, Cascade, Hollywood Nobody, Olive Tree dan tentunya Mocca. Event malam itu juga dihadiri tamu dari Beatball Record Korea dan Inthebox Record Malaysia yang sengaja hadir untuk menyaksikan event yang diusung management band Mocca ini.

DSC_0041

Acara dimulai sekitar pukul setengah 8 malam, saat For tiba Annemarie yang digawangi 2 orang personil cewek pada posisi vocal dan keyboard ini sedang tampil dihadapan para penonton yang asik berduduk-duduk santai. Pop versi Annemarie ini cukup unik (seperti band-band indie pop Bandung lainnya yang selalu beda dari yang lain), di penghujung penampilannya Annemarie berbaik hati dengan membagikan permen para penonton On Nights Like These malam itu. Setelah itu tibalah penampilan dari band yang paling saya tunggu-tunggu, band dengan vokalis bersuara unik itu bernama Olive Tree. Olive Tree malam itu tampil featuring dengan Boni, salah satu personil dari band Rock and Roll yang tiada lain tiada bukan adalah suami dari Kiki Chan vokalis Olive Tree. Band yang mengklaim music mereka dengan sebutan Strawberry Rock ini membawakan lagu-lagu hits mereka seperti Psycho Girl, Winter Holiday dll. Permainan piano dan suara khas dari Kiki Chan ini mendapatkan sambutan hangat dari para penonton yang hadir malam itu. Pertunjukan dilanjutkan dengan penampilan dari Cascade yang membawakan lagu-lagunya dari EP mereka yang bertajuk Pieces of The World seperti single mereka the Hypnotize dan lagu berjudul She Pretend yang membawa mereka sebagai salah satu finalis LA Indie Fest beberapa taun lalu. Selain Cascade tampil pula Hollywood Nobody yang gak kalah keren malam itu, dengan pop, jazz dan bossanova ala Hollywod Nobody membuat para penonton tampak sangat menikmati pertunjukan malam itu. Ballroom BS yang dihadari ratusan penonton yang kebanyakan dressed to kill untuk datang ke event ini dibuat bernyanyi bersama Hollywood Nobody saat mereka membawakan lagu Love Song dari The Cure yang mereka cover ulang dengan aransemen yang sangat catchy.

DSC_0148

Jam dinding BS menunjukkan pukul 10.00 malam dan para penonton terlihat gak sabar menunggu penampilan berikutnya di On Nights Like These, apalagi kalo bukan penampilan dari Arina, dkk dari Mocca! Tanpa banyak basa-basi Mocca langsung menyuguhi para Swinging Friends dengan lagu-lagu andalan mereka yang sudah tidak asing lagi ditelinga para penonton malam itu, sebut saja Lucky Me, Me and My Boyfriend, dll. Pada lagu Do What You Wanna Do, Arina mengajak semua vokalis yang tampil malam itu untuk gabung ke panggung dan bernyanyi bersama, jangan tanya hasilnya seperti apa karena lagu itu menjadi lebih hidup setelah dinyanyikan berbagai karakter vokalis dari Cascade, Olive Tree, Hollywood Nobody dan Annemarie. Pertunjukan pun usai sekitar pukul 10.45 malam dan penonton yang datang malam itu tampak puas termasuk crew For yang dapat menikmati acara ini dengan sangat nyaman dan diperlakukan dengan sangat baik oleh para panitia. So, thanks a lot to Swinging Friends Management, all performer and the crowd. Keep support indie Bandung. (Words & Photos: Mahardhika U & Rizki R)

Sumber; http://formagz.com/for-event/on-nights-like-these-by-swinging-stars-management


LIRIK ALBUM "LET A THOUSAND FLOWERS BLOOM"

Akhirnya lirik dari album KE TIGA HOMOGENIC YANG BERTITEL "LET A THOUSAND FLOWER BLOOM" telah diupload di FB HOMOGENIC, nah saya sekedar membantu teman-teman yang mau mencari atau mendapatkan lirik-lirik tersebut maka lirik tersebut saya copy dan saya posting di Bog pribadi sekedar untuk membantu savior supaya bisa bersenandung ria bersama-sama.

Destiny

Destiny, here I am
Giving all my day, I never felt so in love before
When forever is not enough
Nothing can tear us apart
Reff:
To be at your side, whenever, wherever
To be in your heart, whenever, wherever


Happy without you

Are you happy without me
‘coz I’m happy without you
You don’t have to feel sorry
‘coz I’m happy without you
For all the things we’ve done
For all the things we’ve runaway
You don’t have to feel sorry

I’m not sure if I’m still hoping
But one for sure there’s no sad feeling
Maybe I must admit that I’m happy being alone

Reff ;
Happy Monday.
Happy Tuesday. Happy Wednesday
Everyday is happy day,
Everyday is something else to face


Am I

I turn myself away
Where we cannot stay
We’ve struggling each day
Many possibilities

Reff :
Am I hurting you that much
Am I putting you in doubt
Did I treat you so unkind
Do I have to lose you now…

Words still work to say
But my feelings are never fake
In a never ending way

Time goes by, pass me by
Don’t stop, turn around


Something I can't hide

Beyond lust and wonder
Suddenly I stand up with my heart wide open
That is full of sadness and sorrow
Like a desert miss the rain
Honestly I think I need love, I think I need love

Far from glory
Far from tears
Far from falsehood
Far from white lies
Far from mysteries
Far from pity
Truly loving

Reff:
Beautifully loving, what should we be scared about?
Beautifully caring, why should we doubt then again?
Something I can’t hide from you


Best day

Sky is blue and so are we
Can you feel it, see it
Love is full all around us
Can you feel it, see it
Call my name ( don’t ever doubt us , I’m here with you)
Feel the pain

Reff :
Everyday is the best day for us
Can you feel the atmosphere
Everyday is the best day for us
To say I need you

I have to tell you my love is so true
Make me so blue
All so brand new


Dear lullaby (bonus track)

Dear, the night is so cold
And I can’t close my eyes
Thinking of you
If stars could bring you here
I would be so pleased
‘coz I’ll feel safe
and I’ll feel warm, beside you
always by my side

dear, the room is quiet
and I can’t hear a voice
a voice that I hope
to sing me a lullaby
take me to my deep…deep..sleep
I hope you are my destiny


distorsi dan noise.

Radio

On the radio
I hear your voice
Calling love repeatedly
What a song for me, that reminds me of
Something that I couldn’t hold

Baby I’m in trouble
No, you’re in trouble
Yes we’re in trouble
But, it’s sweet anyway

Reff:
I might miss you
No…
Yes I miss you
Gonna-gonna miss you
I might be runaway from you
No…..
Yes I’ running from you
But I’m gonna-gonna miss you

On the radio I hear your voice
Calling love repeatedly
Like a sought for me calling out (to me), but I’m not going back
Maybe someday


Surrealism

Come over me
Prepare for journey
Of all certainty
Tonight we’ll sleep at the star
Covered by the cold
Holding up your breath
Imagine where we gonna end up the day

Reff :
Flying fast to the highest height of sky
Terrifying….
Dancing over the the stardust around us
Fascinating……
See all the world from the other galaxy
Magnifying….
Just believe what you see….


Is it love

It’s So long, Old days..
It’s time to stand up
Facing a new day(full of surprises)
Coz I feel something I can’t imagine
Truly amazing i wonder

Reff:
Is it love, one I can’t pretend
Is it love, or more than just a friend
Is it truly from heart

Is it truly from heart? What should I say?
Why is it hard to explain? (What should I do?)
It's too hard to understand (confusing...)
(confusing...)
on and on and on


Weeping mother earth

What if the air is hard to breathe
Can you stand without it
What if the world is stop turning
Where will you gonna live

Reff :
Stop make me dying fast
I Still want to living life
To See the sun, see the moon breath the air

Please care for the green trees
And all the life inside it
Then I’ll treat you (well)
I’ll give you better life

What if the sky is not again… blue
What if the stars is disappear too
Don’t you gonna miss it?


I’ll be yours (bonus track)

Love is spreading slowly into my vein
Turning up side down haunting my brain
Whenever you’re at my side

Reff :
If you could heal my heart then I’ll be yours
Forever I’ll be yours


Seringan awan

Disini semua berawal
Walau seribu Tanya bicara
Terbungkam oleh pesona
Tanpa arah, semakin jauh
Ku bertahan
Haruskah ku hilang, tanpa pesan
Akankan ku rindu, semua kesan

Reff:
Sentuhlah hatiku, rasakannya berbeda
Rengkuhlah pikirku, bawaku ke duniamu
Dengarlah harapku, akankah kau mengerti
Bila hadirmu buat hatiku, seringan awan

Disini semua terungkap
Walau nyata enggan berkata
Terbungkam oleh prahara


Berganti cerah(Senja Berganti)

Simfoni tiada batas
Cerau sayup lepas
Juwita kaupun gamang
Senja takkan hilang

Reff:
Ironi dalam kalbu
Mendayung lirih sukma
Gemilang kau jelita
Renaimu berganti cerah



Sampai jumpa

Sampai jumpa dunia
Ku kan pergi sementara
Jangan kau bimbang
Kapanpun ku akan pulang

Tak lelah ku berlari
Coba raih semua mimpi di atas awang
Bilakah lelah ku tak gentar

Semua mimpi, kucari
Semua mimpi, kuraih

Reff :
Ku kan gapai dunia di atas sana
Kapanpn ku tiba
Ku kan bawa cerita, berbagi tawa
Terimakasih semua

Minggu, 25 April 2010

Hot News
Selasa, 20 April 2010 14:32 WIB
Homogenic dan Hollywood Nobody Merilis Album Baru
Oleh : Rangga Hafid Firdaus

Foto : Rangga Hafid Firdaus

Konser dalam rangka pesta merilis album baru mereka, digelar di Dago Tea House yang dingin dan nyaman.

Sabtu, 17 April 2010, FFWD Records menggelar konser launching album bagi dua band yang di bawah naungan labelnya bertempat di Dago Tea House Bandung. Malam itu Hollywood Nobody, finalis LA Lights Indiefest meluncurkan album perdananya Everything Happen For A Reason. Band yang terbentuk pada 29 September 2005 di Bandung ini mempunyai formasi: Dian Safitri Irawan (vocal), Romy Febriansyah (guitar), Irma Wahyuni Irawan (keyboard), Luthfi Erizka (drum), dan Dendy Revolusi (bass). Everything Happen For A Reason dipilih menjadi nama album perdana Hollywood Nobody karena kalimat tersebut mempresentasikan perjalanan band yang mengusung musik bossanova ini selama 5 tahun bermusik. “ Selama lima tahun ini kami menjadi banyak belajar mengenai musik, baik dari segi memperdalam musikalitas kami maupun menggali pengalaman mengenai industri musik, kami pun sebelumnya tidak menyangka bahwa band kami akan menggelar konser,” kata Dian pada saat konferensi pers beberapa jam sebelum konser.

Selain Hollywood Nobody, band electronic Homogenic yang sebelumnya sudah mempunyai dua album yang berjudul Epic Simphony dan Echoes of The Universe meluncurkan album ketiganya yang diberi nama Let a Thousand Flowers Bloom sekaligus memperkenalkan vokalis baru mereka yakni Amandia Syachridar yang menggantikan Risa Saraswati. Perbedaan visi dan kepindahan Risa untuk melanjutkan pendidikan ke negeri kanguru Australia merupakan alasan kuat bagi Risa untuk meninggalkan band yang telah menelurkan dua album bersamanya.

Sosok Amandia Syachridar lebih dikenal melalui karyanya bersama Andezzz (departure:people) pada medio 2006, biduan ini juga merupakan salah satu anggota EMS choir group yang pernah memenangkan festival musik di Korea beberapa waktu silam. Selain itu Amanda juga sering melakukan klaborasi dengan beberapa DJ ternama, seperti DJ Winky, DJ Delizious Devina, DJ Alvin 1945, dll. Kedekatan Amandia dengan dunia musik elektronik merupakan salah satu alasan Homogenic menarik dirinya sebagai vokalis baru. Karakter vokal Amandia yang manis dan bright merupakan daya tarik lain bagi Homogenic yang dinilai cocok dengan album teranyar yang mempunyai nada-nada yang bernuansa optimis, positif, cheerful, dan uplifting. “Album baru Homogenic kini tidak didominasi oleh unsur mood gloomy, dark, dan hopeless, oleh karena itu kehadiran Amandia dapat memberikan nuansa yang lebih bersemangat dan ceria,” kata Dada sang manager Homogenic.

Terlambat dua jam, pukul setengah sembilan malam konser pun dimulai, Dago Tea House sudah dipenuhi oleh penonton yang mengambil posisi di tempat duduk yang tersedia. Diwajibkannya penonton untuk duduk dan larangan merokok selama konser berlangsung, membuat penonton serasa menonton di bioskop. Tirai yang tadinya menutupi panggung pun dibuka. Hollywood Nobody tampil pertama. Setelah menyapa penonton Dian dkk membuka penampilan dengan dua lagu sekaligus termasuk tembang manis berjudul “Ballad of A Hero” yang terdengar tetap manis di tengah beberapa gangguan sound system. Dilanjut dengan “Into Hate,” perpaduan dinginnya sound gitar akustik dari Romy dan permainan bass yang melodius cukup memukau para penonton.

Dalam penampilannya malam itu Hollywood Nobody dibantu oleh backing vocal Ay dari Baby Eats Cracker dan Ucay Alone At Last yang tampil mengisi solo gitar pada lagu Secret Nobody Knows. “High heels ini membunuhku,” kata Dian sang vokalis sambil menbuka sepatunya sebelum memperkenalkan lagu-lagu Hollywood Nobody dalam album perdananya seperti “The Boy And a Guitar”, “Woe To You Lover”, “I Write This Song For You”, “Love Me”, “Theories”, dan “No Excistense Could Be Harder.”

Nampaknya penonton masih belum familiiar dengan lagu-lagu Hollywood Nobody walaupun setiap lagu mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah. Nomor yang ditunggu para penonton adalah cover version dari The Cure yakni lagu yang berjudul “Love Song”. Cover version yang aransemennya bernuansa jazz mampu membuat ikut bernyanyi. Suasana dingin dan cozy yang dibangun Hollywood Nobody sejak dari lagu pertama membuat penonton bosan dan mengantuk. Entah karena musik yang diusung oleh Hollywood Nobody atau aksi panggung yang kurang atraktif membuat beberapa penonton tertidur. Hollywood Nobody menutup penampilan mereka dengan single pertamanya yang berjudul "Telescope."

Homogenic langsung menyapa para Savior--sebutan bagi penggemar Homogenic—dengan lagu yang diambil dari album terdahulu yang berjudul “Utopia” pada pukul sepuluh malam. Kesan mengawang dan gloomy langsung sirna ketika mendengar lantunan suara dari Amandia sang vokalis baru. Perubahan aransemen ditambah pembawaan vokal yang ceria mampu membangunkan penonton dari rasa kantuk. Konser launching album Homogenic ini merupakan debut dari Manda tampil di hadapan banyak orang bersama Homogenic. Meskipun malam itu merupakan penampilan perdana Amandia bersama Homogenic, wanita yang akrab disapa Manda ini tidak kaku bahkan bernyanyi dengan kualitas vokal yang ciamik.

Berbeda dengan penampilan penampilan sebelumnya, kini Homogenic tampil dengan format full band. Selain tiga personil utama yakni Deena (keyboard), Grahadea( Programming), dan Amandia (vokal), malam itu Homogenic dibantu oleh Hari (bass), Bintang (perkusi), Gebeg (drum) dan Maradila (backing vocal). Latar belakang Gebeg sebagai additioanal drum bagi banyak band cadas di Bandung, memberikan power dan permainan drum yang dinamis bagi penampilan Homogenic. Pria yang juga dikenal sebagai penyiar kocak di salah satu radio swasta di Kota Bandung sesekali memasukan gaya permainan drum yang atraktif seperti teknik double pedal sehingga membuat lagu-lagu yang dibawakan menjadi lebih hidup dan berisi. Terbukti para penonton beberapa kali meneriakan nama Gebeg yang disambut dengan raut wajah bahagia dari pria di balik drum ini. Lagu berjudul “Radio” dari album baru langsung diperkenalkan yang tanpa banyak basa-basi langsung disambung ke lagu berikutnya, “Am I.”

Penampilan Homogenic malam itu tak dipungkiri lagi dapat membius penonton, apalagi ditambah visual yang menakjubkan dari Guntech. Di tengah-tengah penampilannya mereka membawakan lagu “Senja Berganti” yang khusus ditujukan bagi sang ex-vokalis Risa Saraswati yang malam itu juga hadir. “Lagu ini untuk our lovely sister, Risa,” ucap Deena.

Selanjutnya Manda menceritakan mengenai konsep album, judul Let a Thousand Flowers Bloom yang memiliki arti membiarkan ide-ide baru bermunculan di masyarakat. Pada album ini juga berisikan sebuah kampanye Hope and Change yang menjadi isu penting di dunia saat ini. Pada album ketiga ini, mereka melibatkan 12 penulis untuk menginterpretasikan lirik-lirik yang lagu yang diubah menjadi tulisan untuk membangkitkan semangat Hope and Change.

Selain melibatkan penulis, pada album ini juga mereka melibatkan Arina (Mocca) dan Widi (Maliq and D’essentials) dalam proses rekamannya. Dalam pembuatan desain album, mereka melibatkan seniman grafis asal Indonesia yang namanya tengah naik daun di dunia desain internasional, Arkiv (Rasyid Vilmansa). Seniman grafis ini tengah mempersiapkan pamerannya di Boston, Amerika Serikat.

Kehadiran Manda sebagai vokalis baru Homogenic benar-benar membawa hawa segar malam itu, Lagu-lagu baru mereka seperti “Destiny”, “Something I Can’t Hide”, “Happy Without You”, “Is It Love”, “Weaping Mother Earth”, “I’ll be Yours”, dan single pertama “Seringan Awan” dibawakan dengan elegan yang dipadukan dengan penghayatan vokal yang maksimal. Setelah lagu “Sampai Jumpa” yang berirama bossanova, Homogenic menutup konser malam itu dengan encore lagu yang diambil dari album terdahulu “ Kekal” dan “Transmutasi”.

Sumber WWW.rollingstone.co.id/read/2010/04/20/684/5/1/Homogenic-dan-Hollywood-no-body-merilis-album